Asal Usul Pedamaran
Dari Jawa Atau Meranjat
---------ENDRI
IRAWAN/PEDAMARAN--------
SUDAH Sangat
kental, masyarakat setempat mengakui asal muasal masyarakat Pedamaran diyakini berasal
dari Suku Melayu daerah Meranjat Kabupaten Ogan Ilir (OI) (Saat ini sekitar
perjalanan mobil 2 jam dari Pedamaran) yang merantau ke wilayah daratan
Pedamaran untuk mengambil kayu damar.
Kayu
damar ini, habitat aslinya berasal dari Melanesia
bagian timur. Tumbuhan ini dibudidayakan untuk diambil getahnya dan diolah
menjadi kopal. Tumbuhan ini banyak dijumpai di daerah pegunungan, tetapi terkadang
juga dapat hidup dan berkembang di dataran rendah.
Bentuk
pohonnya tegak meninggi dengan percabangan yang tidak terlalu lebar, daunnya
agak tebal dan tumbuhan ini dapat digunakan sebagai bahan baku dalam memproduksi berbagai produk
seperti pernis, cat, tinta, kemenyan, dempul, dan kosmetik.
Lalu, entah darimana mula ceritanya para orang
tua yang ada di Pedamaran berkeyakinan, Pedamaran berasal dari kata Damar yang kemudian di tambah awalan Pe dan
akhiran AN, sehingga menjadi “PEDAMARAN” yang artinya daerah pohon damar.
Cerita
ini diperkuat dengan berbagai hasil karya seniman lokal dari daerah Pedamaran,
Syahrudin yang dituangkannya dalam lagu Asal Usul Pedamaran, dan juga Suparman Gulux
yang menciptakan lagu Urang Diri. Kedua lagu tersebut, menguatkan cerita bahwa
nenek moyang Pedamaran berasal dari Meranjat.
“Nenek
moyang kita ini berasal dari Meranjat yang merantau di daerah Pedamaran dengan
menggunakan alat transportasi perahu. Dan perahu tersebut sering di letakkan di
leboh tebakar, atau saat sekarang di sekitar Masjid Jamik, Desa Pedamaran II. Dan
nenek moyang kita tersebut di kubur di pemakamam umum Desa Pedamaran III, yang
kalau tidak salah namanya Kinang,”ungkap salah satu sesepuh masyarakat setempat
Linom kepada penulis.
Kendati
demikian, hingga saat ini tanda-tanda peninggalan tanaman kayu damar tidak
nampak terlihat di wilayah ini, sehingga sebagian kelompok masyarakat justru
lebih cenderung meyakini asal usul nenek moyang masyarakat Pedamaran berasal
dari Pulau Jawa. Hal ini didukung dengan banyaknya perkuburan atau yang sering
disebut warga setempat keramat 9 sakti, yang diduga berasal dari Pulau Jawa,
seperti keramat Pulau Sekampung, Keramat Tanjung Tetak dan keramat lainnya.
Keyakinan ini juga diperkuat adanya fakta bahwa di Pulau Jawa ada perkampungan
Perkuburan keramat nenek moyang orang Pedamaran.
Berdasarkan
opini, penelusuran dan cerita masyarakat, serta fakta peninggalan yang ada, maka
timbul dua versi yakni kelompok yang meyakini nenek moyang Pedamaran berasal
dari Meranjat dan kelompok yang meyakini nenek moyang mereka berasal dari Jawa.
Kelompok yang pertama, yakin bahwa
konon menurut cerita, orang Meranjat merantau ke Pedamaran untuk mencari damar
(tidak di ketahui tahunnya), selanjutnya menetap dan tinggal di Pedamaran.
Fakta ini diperkuat dengan terbentuknya Desa Serinanti yang diyakini sebagai
tempat orang Meranjat menunggu atau menanti damar.
Keyakinan, masyarakat kelompok ini,
didukung dengan beberapa kesamaan bahasa antara Meranjat dengan Pedamaran,
tetapi bahasa meranjat sedikit berayun meliuk. Sementara Pedamaran lebih tegas
dan kasar. Bahkan pada zaman marga Pedamaran atau Marga Danau pernah dipimpin
Depati Deraham asal Meranjat selama 26 tahun, yakni dari tahun 1815 – 1841.
Kelompok ke dua yakin bahwa pada zaman
dahulu kala, tidak diketahui tahunnya. Orang dari Pulau Jawa atau dari Samudra
Pasai, datang ke wilayah Pedamaran dengan menggunakan perahu dan ketika memasuki
sungai Babatan (disepanjang wilayah perairan pedamaran), perahu mereka pecah
dan tenggelam di dasar sungai.
Orang-orang
yang berhasil menyelamatkan diri, kemudian bermukim di daerah tersebut. Fakta
ini didukung di sekitar wilayah perairan bertetangga dengan Kecamatan Pedamaran.
Ada sebuah
lubuk besar yang diberi nama lubuk kemudi, yang konon ditempat tersebut pernah
di temukan kemudi kapal berukuran besar.
Selain itu, berkembang cerita bahwa
nenek moyang Pedamaran dari Jawa. Karena adanya cerita penemuan sebila keris
yang dibadan keris tersebut, terukir tulisan jawa kuno, yang konon kabarnya
keris tersebut masih tersimpan di museum
Palembang.
Selain
penemuan tersebut, salah satu bukti yang meyakinkan nenek moyang Pedamaran asal
jawa, ada beberapa kata bahasa Pedamaran sama dengan bahasa Jawa. Bahkan ada
pemimpin Pedamaran zaman marga Depati Laduk memerintah pada tahun 1841 -1842,
wafat di Pulau Jawa.
Kendati demikian, belum ada sebuah
tulisan yang mempunyai hak paten tentang asal usul dan sejarah Pedamaran. Yang jelas,
berdasarkan fakta, bahwa pemerintahan Pedamaran mulai diakui sejak adanya zaman
marga hingga zaman pasirah yang diperintah oleh 17 orang.
Yakni
Pemimpin Pedamaran pertama kali yang diakui Marga Danau (Marga Asli Pedamaran) yakni
Muyang Rio asal Pedamaran II yang memerintah pada tahun 1764-1789.
Selanjutnya
Usang Lumutan asal Pedamaran I, memimpin Marga
Danau pada tahun 1789-1792. Kemudian Usang Ceremin asal Pedamaran I,
pada tahun 1792-1807, dilanjutkan dengan kepemimpinan Usang Nyabung Teluk asal
Pedamaran I pada tahun 1807-1814, dan beberapa pemimpin lainnya hingga ke zaman
pasirah terakhir, yakni M Hasyim Sobar asal Pedamaran II, pada tahun1980-1983. (dri)